Apakah Jofisa Itu?
Oleh : Chumairoh
           
            Di kalangan remaja telah mengenal dunia asmara yang biasa disebut “pacaran”, bahkan memaknai dengan berbagai macam aktivitas seperti mengadakan anniversary hari jadian, atau kegiatan lainnya. Saat ini, banyak remaja bahkan anak usia SD sudah mengenal istilah “pacaran”. Dalam agama islam, pacaran diperbolehkan setelah menikah karena jika belum menikah maka hubungan tersebut adalah zina. Sebagian remaja ada yang berusaha untuk tetap menjaga diri dan menjauhi zina dengan mengikuti berbagai aktivitas positif agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan. Remaja tersebut menganggap dirinya  “Singlelillah” dan biasa disebut “JOFISA” (Jomblo Fi Sabilillah).
            Istilah jomblo tidaklah asing didengar di telinga kaum muda saat ini. Bagi mereka, jomblo berarti belum punya pasangan bahkan ada sebagian remaja yang menganggap teman remajanya kurang pergaulan karena jomblo. Jika dilihat dari Kamus Besar Bahasa Indonesia, maka tidak akan menemukan kata jomblo karena kata jomblo berasal dari kata jomlo. Apakah jomlo itu? Jomlo berasal dari Bahasa Sunda yang dibakukan ke dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia dan memiliki arti negatif yaitu Gadis Tua. Kata tersebut menggambarkan seorang wanita yang sudah tua dan masih belum menikah atau memiliki pasangan. Sebagian orang menganggap jomblo itu Kurang Pergaulan (KUPER) atau ketinggalan jaman padahal masih banyak remaja jomblo yang berprestasi tanpa harus berstatus “pacaran”.
            Berdasarkan Wikipedia, arti Fi Sabilillah adalah orang yang berjuang dijalan Allah, sesuai dengan yang ditetapkan oleh para ulama fikih. Intinya adalah melindungi dan memelihara agama Allah, serta meninggikan kalimat tauhid, seperti berperang, berdakwah, berusaha menerapkan hukum Islam, menolak fitnah-fitnah yang ditimbulkan oleh musuh-musuh Islam, membendung arus pemikiran-pemikiran yang bertentangan dengan Islam termasuk menjauhi dari perbuatan zina antara dua insan (laki-laki dan perempuan) yang belum berstatus menikah.
            Timbul pertanyaan, apakah seseorang yang mengaku jomblo termasuk jomblo abal-abal atau tergolong Jomblo Fi Sabilillah? Beberapa ciri-ciri dari golongan Jomblo Fi sabilillah, yaitu:
1.        Tidak Mempunyai Pacar
Pacaran merupakan proses perkenalan antara dua insan manusia yang biasanya berada dalam rangkaian tahap pencarian kecocokan menuju kehidupan berkeluarga yang dikenal dengan pernikahan. Banyak alasan yang mendasari seseorang tidak menjalin hubungan atau pacaran. Alasan tersebut di antaranya sudah nyaman sendiri, bukan orang yang mudah takluk pada tekanan, belum ada yang cocok di hati, bahkan alasan bahwa pacaran dilarang oleh agama dapat menjadi dasar seseorang tidak mempunyai pacar. Bagi sebagian remaja yang menganggap dirinya jofisa memang penuh rintangan saat mereka berinteraksi dengan teman sebayanya, bahkan saat status mereka naik level menjadi jofisa sejati. Pasti akan ada rintangan untuk seseorang yang belum pernah pacaran. Dalam islam, secara tegas tidak mengajarkan pacaran karena pacaran termasuk golongan zina. Seperti firman Allah swt. dalam QS. Al-Isra’ ayat 32 yang artinya “Dan janganlah kamu mendekati zina; Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk”.
Kesadaran untuk tidak mendekati zina kadang terabaikan oleh kaum muda saat ini, seperti duduk bersebelahan tanpa jarak bagi yang bukan mahram, tidak menundukkan pandangan saat berinteraksi dengan lawan jenis, dan hal-hal lain yang mengarah ke perzinaan. Sudahkan kita menyadari hal-hal tersebut? Waallahu ‘alam.

2.        Berjuang di Jalan Allah
Berjuang di jalan Allah maksudnya adalah menegakkan agama Allah, semata-mata untuk memperoleh ridho Allah swt. Seperti melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Seorang jofisa biasanya mencari kesibukan seperti bekerja, berwirausaha, menyibukkan diri dengan membuat karya, dan kegiatan lain yang bisa dilakukan agar tetap istiqomah di jalan Allah swt. agar tidak mendekati zina karena baginya jodoh itu sudah diatur oleh sang maha pencipta.

            Janganlah memandang sebelah mata seorang Jomblo Fi Sabilillah (jofisa) karena walaupun mereka jomblo, kehidupan mereka tidak membosankan dan bahagia mengingat seorang jofisa terhindar dari dosa “pacaran”, hidupnya tenang, damai, tidak galau, tidak khalwat sebelum akad nikah dan bahagia. Sebagian kaum muda yang jomblo takut hijrah dari pacaran menjadi jofisa karena takut tidak dapat jodoh. Jangan takut karena Allah sudah mengatur jodoh yang terbaik untuk setiap hambanya. Menjadi jofisa yang kemudian sukses dibidang karir atau pekerjaan, insya allah tidak hanya mendapatkan rezeki berupa uang tetapi mendapatkan pangeran atau bidadari terbaik yang disiapkan oleh Allah. Semoga kaum muda yang masih dalam kesendirian (belum menikah) bisa tetap istiqomah menjadi seorang jofisa yang selalu taat kepada perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.

Komentar